Lencana Facebook

Jumat, 29 Januari 2010

Legenda Guo Nian Kisah di Balik Perayaan Imlek


Imlek yang diperingati sebagai Tahun Baru China ternyata punya kisah yang mungkin tidak diketahui semua orang. Nuansa warna merah menyala dan letusan mercon yang membahana biasanya akan merona di saat Imlek.


Nah, tanggal 1 bulan kesatu pada setiap tahun China (Imlek) disebut sebagai Guo Nian (baca: Kuo Nian). Pada hari itu semua orang Tionghoa menyambutnya dengan gembira dan biasanya saat bertemu kerabat dan handai tolan selalu mengucapkan "Gong Xi- Gong Xi (baca: Kong Si - Kong Si) yang artinya ucapan "Selamat - Selamat!". Namun ucapan ini kemudian berkembang menjadi "Gong Xi Fa Cai" (baca: Kong Si Fa Cai) yang artinya "Selamat semoga murah rejeki".


Warna merah, letusan petasan dan ucapan Gong Xi, ternyata berakar pada suatu legenda klasik Tiongkok. Konon dulu sebelum perayaan tahun baru Imlek tiba, orang sering menghadapi hari terakhir pada setiap tahun dengan gelisah. Hari terakhir tahun (sa cap meh) disebut sebagai Nian Guan yang berarti "gerbang monster". Untuk memasuki Guo Nian, orang mestilah melewati Nian Guan ini.

Dikisahkan berdasarkan legenda tersebut bahwa pada zaman dulu daratan bumi masih dihuni oleh berbagai macam binatang buas dan monster yang menakutkan. Dari antara semua monster tersebut, Nian adalah yang paling menakutkan.



Nian adalah sesosok monster berkepala mirip singa dengan mulut yang amat lebar. Ia sangat buas dan suka menyedot dan menelan semua makhluk hidup yang ditemuinya. Keganasan Nian ini tentu saja menakutkan manusia. Nian juga dikenal sebagai makhluk yang sombong dan suka membaggakan dirinya. Ia biasanya merajalela setiap akhir tahun, tepatnya tanggal 30 bulan 12 penanggalan Tiongkok. Meneror seluruh penduduk dan menghisap orang dan hewan yang ditemuinya.

Untuk menghadapi teror dan keganasan Nian ini, para orang tua pun memutar otak mencari solusinya. Maka muncullah sosok orang tua berambut putih, beralis putih dan berkumis dan janggut putih yang pintar bernama Hong Jun.


Menjelang akhir tahun di bulan 12, saat Nian muncul, Hong Jun yang mewakili warga manusia mendatangi Nian dan berkata: "Kami dengar bahwa engkau sangat perkasa, namun mengapa engkau hanya berani menghadapi manusia yang lemah dan tak berarti ketimbang makhluk-makhluk buas yang banyak berkeliaran di hutan dan sekitar desa!"

Mendengar ucapan itu Nian tertantang sekaligus merasa diremehkan. Ia pun segera pergi memburu semua binatang dan monster buas lainnya untuk membuktikan keperkasaannya. Ia tak tahu, ini sebenarnya akal-akalan Hong Jun agar manusia bisa terlepas dari ancaman monster-monster tersebut dan mengalihkan perhatian Nian.


Setelah memburu habis semua monster tersebut, Nian kemudian kembali ke desa tersebut dan membanggakan dirinya. Saat itulah Hong Jun tiba-tiba berubah menjadi seorang dewa. Hong Jun yang telah berubah ini kemudian meloncat ke punggung Nian. Kaget akan hal itu Nian pun melompat ke angkasa dengan dikendarai oleh Hong Jun. Sejak itu Nian tak pernah muncul lagi ke bumi. Sebelum menghilang ke angkasa, Hong Jun berpesan pada semua manusia agar pada setiap akhir tahun menempelkan kertas merah di setiap pintu dan jendela rumah serta menghidupkan petasan yang bersuara keras. Semuanya itu agar Nian tidak kembali lagi ke bumi, sebab Nian disebutkan takut pada warna merah dan bunyi-bunyian yang keras.

Dari sinilah tradisi menghias rumah dengan warna merah yang kini didekorasi dengan tulisan atau gambar-gambar yang mendatangkan hoki. Lantas karena monster di bumi sudah lenyap, orang merasa tenteram dan menyambut dengan gembira. Guo Nian kemudian juga bisa disebut sebagai Xin Nian (Sin Nian/Tahun Baru). Mereka merayakan terbebasnya bahaya itu dengan saling mengucap "Gong Xi Gong Xi!" Ucapan yang kemudian menjadi Gong Xi Fa Cai, untuk menyambut Xin Nian.
Sumber :
http://i-comers.com/showthread.php?t=6408
Baca Selengkapnya...

Jumat, 22 Januari 2010

No Comment.......!!!!







Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 September 2009

Malaysia, Kenapa Sih???

Mungkin para blogger Indonesia sudah tahu semua mengenai masalah yang akhir-akhir ini mulai memanas antara Indonesia dan Malaysia. Memang sih saya pribadi terlambat membahas hal ini bersama teman-teman blogger dikarenakan kesibukan kerja sehari-hari tapi bukan berarti saya berdiam diri begitu saja melihat kebudayaan negaraku yang memang sudah menjadi ciri khas bangsa ini “dijiplak” oleh negara tetangga. Saya pribadi ingin menyampaikan protes kepada SBY selaku pemimpin bangsa ini, kenapa sih hanya karena sudah ada KLARIFIKASI dan PERMINTAAN MAAF lewat EMAIL semua dianggap selesai??? (sekali lagi : MINTA MAAF LEWAT EMAIL, pantas tidak!!!!).
Apakah permintaan maaf seperti itu pantas untuk diterima oleh seluruh rakyat bangsa ini???
Jika masalahnya bersifat pribadi dan hanya untuk individu mungkin hal itu masih bisa diterima tapi masalahnya ini menyangkut seluruh rakyat Indonesia dan CITRA bangsa kita dimata dunia untuk kedepannya nanti?!?!? Apa kata dunia jika hal ini terus-menerus dilakukan oleh negara tetangga kita??? Bukan hanya tetangga kita yang akan “menirukan” hal ini tapi seluruh dunia juga akan melakukan hal yang sama, benar tidak???
Pantas saja para mahasiswa hampir diseluruh negeri ini melakukan protes terhadap tindakan Malaysia yang bukan hanya melebihi batas tapi juga menyinggung bangsa ini??? Siapa sih yang rela jika kebudayaan yang sejak dulu menjadi kebanggaan dan ciri khas bangsa ini yang telah susah payah kita pertahankan serta kita lestarikan hanya dalam waktu singkat diakui oleh Negara lain yang masih tergolong Negara tetangga???

Apakah mereka tidak malu ya melakukan hal itu secara terang-terangan kepada media yang bertujuan untuk mempromosikan obyek wisata Negara mereka kepada dunia??
Bukan hanya kebudayaan yang mereka akui tapi juga lagu kebangsaan mereka yang berjudul “Negaraku” kini ramai diperbincangkan publik, alasannya karena lagu kebangsaan yang mereka yakini adalan ciptaan mereka sendiri ternyata mirip dengan lagu daerah asal Jawa Tengah yang berjudul “Terang Bulan”!!! Masa sih lagu daerah dijadikan lagu kebangsaan, heran ya??? Apa mereka tidak malu nih??? Hasil jiplakan lagi??? Nggak percaya kan??
Masih ada lagi nih yang jadi permasalahan selain kebudayaan dan lagu kebangsaan. Ternyata salah satu lagu karya band rapper kita yang bernama Saykoji juga pernah dijpilak oleh rapper Malaysia yang bernama Joe Farizal, aneh kan??? Apakah mereka memang terbiasa seperti itu???
Wajar saja jika masyarakat Bali marah dan menyerukan bahwa kebudayaan Malaysia hanya ada 1 (SATU) saja yakni KEBUDAYAAN MENGKLAIM KEBUDAYAAN NEGARA LAIN.
Mungkin pernyataan itu ada benarnya juga mengingat selama ini Malaysia hanya bisa menjiplak, mengklaim dan mengakui seperti itu, hal ini bisa dibuktikan dari beberapa fakta yang menguatkan hal tersebut, diantaranya :
1. Lagu “Rasa Sayange”
2. Reog Ponorogo
3. Kerajinan Batik Tradisional
4. Tari Pendet
5. Pulau Jemur di Sumatera
Apakah bukti diatas masih belum cukup juga nih???
Tak ketinggalan juga dunia maya kini juga mengalami hal yang sama. Setelah adanya penghinaan terhadap lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya” yang dilakukan oleh orang-orang Malaysia, kini para hacker Indonesia bekerja sama bersatu untuk meyerang semua situs yang berbau dan menyangkut Malaysia.
Malahan sejak dulu didunia Facebook telah tersedia komunitas ANTI MALAYSIA yang bernama “GANYANG MALAYSIA”, anggotanya kini sudah mencapai ribuan orang. Bahkan ketiga akun Facebook saya yang lain juga ikut terblokir gara-gara masalah ini tapi untunglah akun yang utama bisa aktif kembali setelah permohonan berulang kali kepada pihak pengelola Facebook di Amerika???
Khusus kepada para Blogger Indonesia yang merasa masih mempunyai semangat SUMPAH PEMUDA, marilah kita bersatu untuk membela bangsa ini, jangan biarkan harga diri bangsa ini diinjak-injak oleh negara lain khususnya negara tetangga!!!!
Ingatlah akan perjuangan para pahlawan kita!!!
Mereka rela mengorbankan nyawanya hanya untuk mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan negara ini dari penindasan, ingat dan sadari hal itu….!!!
Baca Selengkapnya...

Senin, 24 Agustus 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.
Aku baru sadar nih ternyata udah lama banget blog ini nggak ter-update gara-gara sibuk cari tambahan kerja sampingan dan keasyikan bermain Buku Wajah alias Facebook. Selain itu aku juga merasa jenuh dengan aktivitas setiap hari yang begini terus nggak ada perubahan sedikitpun.
Seperti yang aku bilang tadi, sibuk cari kerja tambahan. Hal ini karena pekerjaanku sebagai distributor kertas rokok yang selama ini aku tekuni mulai sepi dan prospeknya hanya seperti ini aja tidak ada perubahan dan perkembangan malah kian hari cenderung menurun.
Bingung juga nih mikirin cari jalan keluarnya? Mau berhenti gitu aja udah nggak bisa karena utangku terlalu banyak ke atasanku. Maksud utangku terlalu banyak karena barang yang aku pesan ke atasanku dulu jumlahnya juga nggak sedikit dan semua barang pesananku aku masukkan ke toko-toko pelangganku dalam bentuk hutang jadi aktivitasku setiap harinya adalah menagih hutang ke setiap toko pelangganku. Hanya saja keadaan ekonomi daerah sini sekarang kurang begitu bersahabat, hal ini karena keadaan para petani khususnya petani tembakau masih dalam musim tanam dan mengakibatkan penurunan pembeli pada toko-toko pelanggan, otomatis setoran mereka juga berkurang dengan alasan lagi sepi pembeli sedangkan aku kebingungan cari alasan jika setoran ke atasanku terasa berkurang setiap Senin.

Yah, semoga saja harga tembakau dalam 2 bulan ke depan bisa naik. Hanya dengan begitu para petani bisa merasa puas dan menikmati kerja keras mereka selama ini. Kasian kan jika mereka terus menerus dirugikan mengingatkan tingginya biaya hidup jaman sekarang.
Maka dari itu beberapa minggu terakhir ini aku berusaha cari kerja sampingan untuk menutupi biaya pengeluaranku setiap harinya. Ada sih beberapa pilihan kerja sampingan yang tersedia seperti buka usaha Ayam Goreng ala Fried Chicken mumpung masih dalam bulan Ramadhan ataupun Bakso dan Mie Ayam Solo yang cukup terkenal dan diminati warga didaerah Probolinggo khususnya Kraksaan ini sampai pada buka Warnet nih mengingat perkembangan anak muda di daerah Kraksaan mulai menyukai yang namanya Browsing , Game Online dan Chatingan nih lumayan juga kan sekalian bisa ngenet GRATIS gitu lho????
Namun sayang nggak semuanya cocok dengan pekerjaan utamaku. Sebagai seorang distributor aku harus mengutamakan kepentingan toko pelanggan, jika ada toko yang memesan barang maka aku harus bisa dengan segera melayani dan memenuhi permintaan toko tersebut karena dengan begitu hubungan antara pelanggan dengan distributor bisa terjalin dan terjaga dengan baik.
Yah, Semoga aja semua berjalan sesuai dengan rencana, Amin……!!!
Baca Selengkapnya...

Jumat, 10 Juli 2009

Badminton Bupati Cup 2009


Hari ini adalah hari yang paling aku harapkan selama ini, karena pada tanggal 10 - 12 Juli 2009 ini akan diadakan kejuaraan Badminton Bupati Cup yang disponsori oleh PT. DJARUM.Tbk dan dilaksanakan di gedung serba guna Sasana Krida Kraksaan.
Kejuaraan yang rutin diadakan tiap tahun di kabupaten Probolinggo ini sempat mengalami sedikit penundaan karena waktu pelaksaan sebelumnya terlalu "mepet" alias dekat dengan waktu Pilpres kemaren ini yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juni 2009. Berhubung gedung Sasana Krida yang akan dipakai untuk pertandingan masih digunakan oleh KPU setempat sebagai tempat logistik kotak suara maka jadwal kejuaraan Badminton Bupati Cup ini terpaksa diundur sampai hari ini, maklumlah namanya juga gedung serba guna jadi yang mana lebih dulu maka dia yang berhak apalagi Pilpres memang lebih penting daripada kejuaraan ini. iya kan???
Terpaksa deh Baleho yang sebelumnya sudah mengumumkan jadwal pertandingan harus mengalami penambalan sebagai upaya pemberitahuan kepada pihak publik dan juga pengiritan dana karena waktu pengundurannya juga terbilang nggak terlalu jauh.


Kemaren dari pihak PT DJARUM Tbk sudah melakukan pemasangan bendera sponsor disekitar gedung dan dipinggiran jalan raya.

Karena saya pribadi penasaran ingin tahu sampai dimana persiapan yang sudah dilakukan oleh pihak panitia maka saya langsung aja datang ke sedung Sasana Krida yang letaknya lumayan dekat dengan tempat saya bekerja.

Begitu memasuki gedung utama dari Sasana Krida bau cat yang masih basah sudah tercium mulai dari pintu masuk utama. Pihak panitia terlihat sibuk mengawasi pekerja yang melakukan pengecatan kembali garis antar lapangan Badminton.

Seluruh dinding gedung sudah selesai dicat ulang hanya tinggal garis lapangannya saja yang masih 80% selesai dikerjakan. Hal ini karena masih ada sisi bagian dalam lapangan yang masih belum diperbarui catnya.

Mungkin tadi malam semuanya sudah selesai dikerjakan dan siap untuk dipakai nanti siang.
Bagi saya kejuaraan tahun ini adalah yang kedua kalinya saya ikuti setelah tahun lalu yang terpaksa gugur dengan diskualifikasi karena datang terlambat akibat salah informasi waktu pertandingan yang seharusnya datang jam 08.00 WIB tapi pada waktu itu teman saya yang juga termasuk pasangan ganda saya H. Arief datang sedikit terlambat yakni 08.20 WIB. Sebenarnya pihak panitia sudah memberikan keringanan waktu 15 menit lagi kepada pasangan saya sampai pukul 08.15 WIB tapi sayang H. Arief datangnya masih terlambat 5 menit jadi dengan terpaksa saya pulang dengan sedikit kekecewaan.

Namun kejuaraan kali ini akan saya pergunakan sebaik mungkin. Memang sih sulit untuk menjadi juara 1 kabupaten Probolinggo tapi minimlah saya akan berjuang keras untuk bisa masuk ke babak semifinal atau bahkan final terlebih lagi bisa menjadi juara nih, wah itu memang impian saya sejak kecil.
Doakan aja smoga semuanya bisa terkabul di tahun 2009 ini, Amin.............!!!!!!!!
Baca Selengkapnya...