Lencana Facebook

Sabtu, 14 Februari 2009

Kasus Misterius....!!!!!

Semalam waktu lagi asyik main badminton persahabatan dengan SMPK 1 St. Paulus Kraksaan tiba-tiba saja temanku yang bernama H. Joko yang juga salah satu anggota Kepolisian Sektor Pakuniran mendapat telpon dari atasannya yang mengabarkan bahwa telah ditemukan sesosok mayat dihutan dekat Desa Ranon yang tepat bersebelahan dengan Desa Bago. Kontan saja H. Joko langsung bergegas menuju lokasi kejadian karena malam ini memang giliran piket H. Joko yang bertugas di Polsek Pakuniran. Karena medan yang ditempuh sangat sulit dan mobil patroli Polisi tidak dapat masuk ke TKP akhirnya aparat dari Polsek Pakuniran yang disertai juga oleh Bpk. Camat Pakuniran menggunakan sepeda motor untuk mencapai ke TKP. Namun setibanya di lokasi kejadian anggota Polsek dari Pakuniran tidak berani mengotah-atik TKP sampai anggota Polres Probolinggo tiba guna mengumpulkan bukti-bukti kejahatan dan mengidentifikasi mayat korban pembunuhan tersebut.

Setelah di identifikasi baru diketahui bahwa mayat tersebut adalah warga desa Ranon sendiri yang bernama TRES (Maaf, aku sendiri kurang tahu persis nama lengkap korban).
Mayat tersebut pertama kali diketemukan pada pukul 20.00 oleh warga dan aparat desa setempat setelah mengetahui kabar adanya orang yang terkapar di pinggir Hutan yang dikenal dengan daerah Lecessan yang memang terkenal sangat sepi karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk. Namun mayat tersebut baru bisa diangkat pada pukul 23.00 dengan bantuan beberapa warga setempat dan karena medan jalan yang sulit di tembus mobil patroli akhirnya warga memilih untuk menggotong mayat tersebut sampai di perbatasan sungai Klatakan yang dikenal dengan Sungai Pancar Glagas untuk kemudian dipindah ke mobil Patroli polisi untuk dibawa ke rumah sakit Waluyo Jati Kraksaan guna menjalani visum.
Menurut salah satu anggota Polres yang semalam bertugas mengidentifikasi mayat korban pembunuhan tersebut mengatakan bahwa terdapat beberapa luka yang mencurigakan khususnya di kepala bagian belakang seperti bekas luka benda tumpul.
Namun sampai pada pagi ini masih belum ada kabar selanjutnya dari desa Ranon.
Baca Selengkapnya...

Senin, 09 Februari 2009

Cinta Fitri


Kalian semua tentu tak asing dan tak heran dengan judul yang satu ini?
Ya, benar banget. Siapa sih yang nggak tahu dengan sinetron yang satu ini?
Sinetron keluarga yang menceritakan kisah cinta tulus dari seorang wanita bernama Fitri yang diperankan oleh Shireen Sungkar kepada Farel yang diperankan oleh Tengku Wisnu yang sarat dengan konflik rumah tangga.
Tapi semangat dan tekadnya si Fitri sungguh membuatku kagum, karena itulah aku dan mamaku mengikuti jalan ceritanya hampir setiap hari di SCTV…(andai aja emang benar ada sosok wanita seperti Fitri, siapapun yang menjadi pasangannya pasti akan sangat bahagia sekali dunia dan akhirat)

Cerita sinetron ini makin lama tambah asyik untuk diikuti, malah mama nontonnya sambil ngomel-ngomel nih didepan TV gara-gara kelakuan si Mischa yang diperankan oleh Dinda Kanya Dewi yang makin lama semakin terpojok dan keluarga Hutama semakin tercerai-berai gara-gara rencana jahat si Mischa ini.


Tapi semua itu ujung-ujungnya ya cuma akting aja sama juga bohong-bohongan, hehe…
Peran yang paling kocak dan yang paling aku suka adalah si Norman dengan gaya bahasa yang sedikit aneh dan kayak anak kecil gitu...
Gaya akting si Norman ini benar-benar membuat mamaku ketawa abiz...bizz...bizzz...pokoknya mama sampek ngakak deh bahkan dulu pernah saking lucunya sampek keluar air mata tuh,hehe…(mama kena kibul tuh ama peran si Norman).
Abis nonton sinetron Cinta Fitri terus lanjut ke sinetron Rafika, sinetron ini dari pertama kali aku nonton yang ada hanya kesedihan dan ketabahan seorang Rafika yang harus menerima perlakuan semena-mena oleh orang disekitarnya. Hanya Ruby sang suami yang selalu setia untuk mencintainya. Rafika, kau sungguh wanita yang sempurna…(tapi sayang cuma acting, haha…)
Ya beginilah postingan untuk blogku hari ini. Ceritanya tadi aku lagi bingung ngenet/blogwalking kesana-kemari tapi nggak dapat ide untuk blog sendiri ya jadinya beberapa hari ini postingannya sering “libur” meski tiap malam masih sering online. Sayang kan kalau blog sendiri nggak keposting gara-gara nggak dapat ide dan topik untuk dijadikan bahan postingan.
Tapi ya begitulah memang kenyataannya. Maklum selama ini nggak ada yang memberi bimbingan dalam dunia maya ini, makanya aku kesana-kemari untuk belajar dari blog teman-teman juga,hehe…
Baca Selengkapnya...

Rabu, 04 Februari 2009

Kecelakaan...!!!!

Hari Minggu kemaren adalah awal dari bulan Februari, bulan yang penuh kasih sayang dimana pada bulan ini ada hari yang sangat spesial yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pasangan baik muda-mudi yang sedang dilanda asmara ataupun yang sudah menjadi bapak-ibu bahkan kakek-nenek masih ada yang merayakannya.
Tentu semua pengunjung blog ini sudah tahu kan apa yang aku maksud???
Yap,bener banget. Yang aku maksud adalah hari "Valentine" yang rutin dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Hari dimana semua orang mencurahkan dan mengungkapkan betapa besar kasih sayangnya terhadap sang pasangan.
Meskipun "trend" ini berasal dari "dunia barat" namun hal ini sudah menjadi hal yang biasa dan rutin dirayakan di Tanah Air kita tercinta ini.
Tapi bulan ini sepertinya bulan yang kurang menguntungkan bagiku, pengen tahu ceritanya gimana?
Ceritanya begini nih...

Minggu kemaren (01-02-09) sekitar jam 07.00 pagi entah kenapa tiba-tiba mama bilang kalau kakakku yang Malang dan Pasuruan ngasik kabar dadakan kalau mereka hendak ke rumah Probolinggo sambil membawa ranjang tempat tidur lama buat ditaruh di rumah Probolinggo sana. Aku yang benar-benar nggak "siap" fisik langsung aja bangun sempoyongan karena malam sebelumnya sempat mele'an didepan laptop blogwalking kesana-kemari sampek "puyeng" sambil maen Travian game untuk refreshing.
Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan mandi meskipun keadaanku saat itu masih pusing dan mata bengkak. Dinginnya air waktu itu seolah-olah membuat badanku kembali segar lagi meskipun masih ada sedikit rasa ngantuk. Selesai mandi aku langsung ganti baju yang rapi dan dengan sedikit sarapan nasi lauk sate ayam sisa kemaren (karena lauknya masih belum belanja nih) aku langsung berangkat ke Kraksaan untuk ambil kiriman dulu karena kemaren (Sabtu-nya) aku sengaja libur tapi katanya Om Cho sorenya ternyata ada kiriman datang yah terpaksa aku ambil besoknya aja daripada bolak-balik nagih tapi nggak dapat kan eman transport-nya?
Selesai ambil kiriman dan nagih sekitar jam 13.00 aku langsung berangkat menuju rumah Probolinggo yang letaknya berada tepat ditengah kota yakni di Jln. Soekarno Hatta no 4 Probolinggo atau yang lebih dikenal dengan "Kawasan Brak" pas di pojok sebelah utara perempatan lampu merah.
Ditengah perjalanan tepatnya di daerah Bentar hujan langsung turun dengan lebat tanpa ditandai dengan gerimis dulu...(buru-buru pakek jas hujan namun baju udah basah duluan tuh). Daripada basah kuyup ya aku terusin aja pakek jas hujan. Sesampainya dirumah Probolinggo ternyata hujan masih turun dengan lebat. Dengan buru-buru sambil membawa kunci rumah yang kebetulan berpintu "Harmonika" aku langsung membukanya dengan sedikit dorongan namun...
"iiihhh....uuuuhhh....!!!"
Ternyata pintunya macet karena lama nggak dibuka, mungkin sekitar 3 bulanan nggak dibuka sama sekali...
Dengan sedikit tendangan maut dan jampi-jampi dari mbah dukun akhirnya...
"Kleetakkk...."
Horee...akhirnya terbuka juga tuh,heee....
Langsung aja aku memasukkan sepedaku dan mobil kakakku untuk menurunkan ranjang yang udah terikat rapi didalam mobil box kakakku...
Beberapa menit kemudian semuanya udah selesai diturunkan tapi tiba-tiba handphone-ku berdering ternyata mamaku nelpon dari rumah, setelah aku angkat ternyata mama ngabari aku kalau ada saudara yang meninggal di Kraksaan...(aduh...kok sial amat yah hari ini???)
Setelah aku ngabari kakakku akhirnya mereka putusin untuk melayat ke saudara yang meninggal sekalian mampir ke rumahku (Bago) tapi aku nggak ikut mereka karena aku udah niat untuk bersih-bersih di rumah Probolinggo karena udah lama nggak dibersihin.
Setelah kakakku berangkat ke rumah aku langsung bersih-bersih. Mulai dari lantai atas (kebetulan rumahnya bertingkat) sampai lantai bawah aku bersihin semua dan kayu-kayu sisa renovasi dulu aku pindahkan ke sebelah timur karena selama ini letaknya berada di ruang tengah.
Selesai bersih-bersih sekitar jam 19.30 aku langsung mandi karena badanku kotor semua kena debu dan keringat. Selesai mandi aku beres-beres barang dan baju kotor serta mengunci semua pintu kamar yang ada dirumah itu. Sekitar jam 20.00 aku berangkat pulang tapi keadaan diluar masih gerimis dari tadi siang nggak berhenti jadi terpaksa aku pakek jas hujan lagi. Berhubung keadaan diluar masih hujan jadi helm teropongku aku tutup kacanya biar air hujannya nggak masuk.
Ditengah perjalanan perasaanku nggak enak, pengen ngebut tapi jantung deg-degan terus...
"Ada apa nih kok nggak kayak biasanya" kataku dalam hati...
Akhirnya aku putusin untuk santai aja dalam perjalanan pulang tak lupa juga untuk selalu waspada selama dijalan raya.
Namun dasar hari itu aku memang lagi sial, selang beberapa menit kemudian tak jauh dari lampu merah...
"Kraaaakkk....wooooowwwww.....!!!!"
Aku terjatuh dari sepedaku karena terkena jalan berlubang yang diameternya hampir mencapai 1 meter namun terlihat samar karena waktu itu sedang hujan dan lubang tersebut tergenang oleh air hujan.
Saat jatuh aku langsung menoleh ke belakang takut ada kendaraan yang lewat tapi syukurlah waktu itu keadaan jalan raya lagi sepi kendaraan terutama truk barang yang biasanya selalu ramai pada malam hari.
Saking sepinya situasi waktu itu sampai-sampai nggak ada satu orangpun yang menolongku bangun dari sepeda motor...(aku jatuh dari sepeda motor sendiri,bangunnya juga masih harus sendiri...DASAR...APESSSS......!!!!)
Setelah bangun aku langsung bawa sepeda motorku ke pinggir jalan, duduk di trotoar jalan lihat sana-sini ternyata hanya luka lecet aja tapi banyak, busyeeettt dehhh...!!!!
Dengan nasib pasrah dan sedikit perasaan jengkel akhirnya aku lanjutin perjalanan pulang, namun kali ini aku buka kaca helmku daripada harus jatuh untuk kedua kalinya...(hi,nggak deh???)
Sesampainya dirumah mama langsung panik lihat keadaanku yang lecet semua tapi setelah aku jelasin kalau keadaanku nggak apa-apa baru mama bisa agak tenang namun mama masih khawatir. Diam-diam mama langsung mengambil betadin dilemari dan tanpa permisi ataupun basa-basi mama langsung kencrot sana dan kencrot sini pake itu betadin, kontan aja aku langsung teriak karena aku paling nggak tahan dengan rasa perih akibat betadin.
Tapi mama malah tertawa senyam-senyum....
"Biar nggak infeksi!!!" katanya mama sambil tangannya nggak berhenti mainin itu betadin.
Sampai detik inipun aku masih nggak bisa bergerak bebas karena luka lecet yang ada masih dalam keadaan kering jadi kalau bergerak sembarangan lukanya jadi berdarah lagi, main badminton pun jadi tertunda capek dehhhh...
Baca Selengkapnya...

Rabu, 28 Januari 2009

Salut Untuk Tim Merah Putihku...!!!!!


Malam ini tim Indonesia tampil atraktif dalam duel melawan Australia dalam pertandingan babak kualifikasi Grup B Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (28/1). Berbeda jauh ketika bertarung melawan Oman di Muscat beberapa waktu lalu, kali ini Charis Yulianto dan kawan-kawan bermain agresif ofensif. Tak heran kalau sepanjang pertandingan, Tim Merah Putih dieluk-elukkan penonton dan aku merasa salut atas perjuangan tim Indonesia dalam pertandingan melawan Tim Australia ini.
Adapun susunan pemain tim Indonesia Vs tim Australia yang diterapkan oleh "BenDoll" adalah sebagai berikut :


Markus Horison

Isnan Ali

Charis Yulianto

Maman Abdurahman

Ricardo Salampessy

Firman Utina

Hariono

Ponaryo Astaman

Boaz Solossa

Bambang Pamungkas (’70)

Budi Sudarsono

Erol Iba (’82)

TA Mushafry

Elie Aiboy

Permainan atraktif tim Indonesia tak lepas dari skema permainan yang diterapkan oleh sang pelatih Benny Dollo. Tekanan terhadap tim Australia dilakukan sejak awal pertandingan dimulai, dengan disiplin yang konsisten dan kerja sama yang solid tim Indonesia berusaha untuk menguasai lini tengah sehingga para pemain Australia menemui banyak kesulitan untuk mengkreasikan serangan di seputar kotak 16 tim Indonesia.
Hal ini jauh berbeda saat tim Indonesia melawan tim Oman, pertandingan tadi ini terjadi beberapa pertarungan sengit di lini tengah. Sehingga ketika tim Indonesia berhasil merebut bola, para pemain akan langsung melakukan serangan cepat ke pertahanan lawan.
Sampai pertandingan berakhir tercatat empat peluang emas diperoleh Indonesia yakni oleh Budi Sudarsono, Boaz Saloza, Eli Eboy dan Bambang pamungkas namun sayang dewi Fortuna masih adil sehingga sampai peluit panjang dibunyikan tidak ada satu gol pun yang tercipta.
Begitu juga dengan tim Australia juga sempat mendapatkan tiga peluang emas namun hal itu masih dapat segera dipatahkan oleh lini belakang tim kita Maman, Hariono dan sang penjaga gawang Markus Horison. Meskipun beberapa pemain kita harus jatuh bangun karena kalah dalam postur tubuh tapi tim kita menang dalam stamina dan speed dari tim Australia.
Dengan hasil ini, tim Indonesia mampu menjaga peluang untuk merebut salah satu tiket Piala Asia 2011 di Qatar. Indonesia menempati puncak klasemen sementara grup B Pra Piala Asia 2011 dengan poin 2. Sedangkan Australia berada di posisi dua bersama Oman dengan raihan satu angka. Oman sendiri saat ini masih bertanding menghadapi Kuwait di kandang Kuwait.
Doakan aja supaya tim Merah Putih kesayangan kita ini bisa melaju hingga babak final nanti,Amiiiiiiinnnnnnnn.......!!!!!!!!
Baca Selengkapnya...

Senin, 26 Januari 2009

Beda Banget...



Malam ini terasa beda banget dengan malam-malam sebelumnya karena mulai malam ini Dunia Unyil sudah tidak ada lagi di Diva Swalayan.
Mungkin karena biaya kontrak stand-nya di Diva Sawalayan yang mematok harga terlalu tinggi atau mungkin juga ada yang menawar dengan harga yang lebih tinggi.
Menurut kabar yang sedang beredar di kalangan karyawan Diva Swalayan bahwasannya stand yang dulu ditempati oleh Dunia Unyil akan segera di ganti dengan konter Laptop dan komputer serta peralatan lainnya seperti printer,scanner dan lain-lain.
Sungguh amat disayangkan mengingat tempat yang begitu strategis yang letaknya ditengah Swalayan terbesar di kota Kraksaan namun tidak ada yang menyediakan makanan dan minuman ringan seperti Dunia Unyil.

Mantan karyawan Dunia Unyil pun jadi kebingungan harus kemana mencari kerja yang layak dan kompak serta konsisten seperti di Dunia Unyil??
Seolah-olah hubungan mereka seperti kakak-adik saking kompaknya dalam bekerja. Sungguh suatu moment dan pengalaman yang indah namun kini hanya tinggal kenangan saja.

Sampai saat inipun aku merasa suasana di Diva Swalayan sepi banget tanpa kehadiran dan canda tawa mereka...
Buat semua mantan karyawan Dunia Unyil, semoga kalian bisa sukses dan cepat dapat kerjaan yang baru dan lebih layak...
Sampai jumpa kawan-kawanku, tanpa kalian aku merasa kesepian disini...
Baca Selengkapnya...